Jika bicara tentang kuliner Aceh, yang pertama kali muncul dalam pikiran sebagian orang terutama yang tinggal di Ibukota, pastinya adalah Mie Aceh. Mie yang kaya dengan bumbu rempah-rempah ini semakin banyak dikenal dan digemari. Bahkan di Jakarta, sudah banyak bermunculan warung mie Aceh.

Namun ternyata warung mie Aceh di Ibukota belum menunjukkan tradisional Aceh yang sebenarnya. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Vicky, pemilik Warung Aceh yang beralamat di Kemang, “Jika di Jakarta misal ada lima orang yang datang ke suatu tempat makan, kemungkinan besar semuanya akan membeli makan. Berbeda dengan di Aceh, jika ada lima orang datang ke tempat makan, biasanya hanya 1 sampai 2 orang yang akan memesan makan dan sisanya ngopi.” Jadi, warung mie Aceh yang sering kita jumpai di ibukota, belum menggambarkan tentang khas Aceh yang sesungguhnya.

Tapi di sini travelizt menemukan salah satu warung makan Aceh yang memiliki khas tradisional Aceh yang sebenarnya dan wajib kamu kunjungi.

Warung yang berlokasi di Jl. Kemang Timur Raya No.2, Kemang, Jakarta yang diberi nama Waroeng Aceh Kemang. Warung ini memberikan gambaran warung Aceh yang sebenarnya. Bahkan para pekerjanya juga berasal dari Aceh. Logonya pun sengaja dibikin orang sedang menyaring kopi. Si pemilik dengan membuat logo seperti itu, berharap bisa mengubah mindset orang bahwa warung Aceh tidak melulu tentang mie-nya saja.

Waroeng Aceh Kemang buka pertama kali tahun 2015, di i Jl. Kemang Timur Raya No. 90C. Dan pada 1 November 2017, mereka pindah lokasi.

Dari hasil interview eksklusif dengan pemilik warung, travelizt jadi mengetahui alasan warung ini pindah lokasi. Tujuan utamanya adalah untuk perluasan tempat. Jika dulu hanya ada meja dan kursi yang tidak tinggi dan hanya ada di bagian luar, sekarang Waroeng Aceh Kemang sudah memiliki ruangan di dalam dengan meja dan kursi yang lebih tinggi. Warung ini juga dilengkapi dengan musholla yang nyaman, lengkap dengan mukena dan juga fasilitas toilet yang bersih. Bukan hanya itu, untuk yang suka berselancar di internet, tempat ini juga diberi fasilitas Wi-fi.

Soal menu kamu bakalan dimanjakan dengan makanan khas Aceh, karena  Waroeng Aceh Kemang ini hanya menghadirkan masakan asli dari Aceh, seperti mie Aceh, nasi goreng Aceh, es timun serut, berbagai macam kopi Aceh, dan  juga roti canai.

Roti canai sendiri memang sebenarnya bukanlah benar-benar khas Aceh, hanya saja jika balik kepada sejarah, di Aceh penduduknya berasal dari keturunan India, Eropa, Arab, dan juga Cina.

Roti canai merupakan makanan khas India yang datang ke Aceh melalui budaya turun temurun. Sampai di Aceh, roti canai ini dimodifikasi dengan berbagai topping, seperti yang ditawarkan oleh Waroeng Aceh Kemang, ada roti canai susu, roti canai keju+susu, canai kuah kari, canai midun, dan juga canai tissue.

Roti canai tissue adalah pilihan canai yang paling menarik di antara pilihan yang ditawarkan. Karena bentuknya yang tidak lagi berbentuk bulat, tapi dibuat berbentuk kerucut yang cukup tinggi dan diberikan susu coklat serta taburan mesis dan keju. Hmm yummy..

Makanan yang paling banyak diminati di Waroeng Aceh Kemang adalah mie Aceh kuah dan minuman favoritnya adalah teh tarik original dan kopi sanger.

Kopi sanger kepanjangan dari “sama-sama ngerti”. Kopi sanger muncul dari tangan barista yang mencoba meracik kopi dengan tambahan susu yang sangat sedikit. Konon, sekitar tahun 90-an di Aceh banyak mahasiswa yang dominan memilih tempat nongkrong di warung kopi. Bahkan warung kopi pada tahun 90-an dijadikan sebagai tempat sumber informasi pengganti google.

Waroeng Aceh Kemang

Banyak mahasiswa jika mengerjakan tugas harus ditemani dengan segelas kopi hitam. Memilih kopi hitam, alasannya jika memesan kopi yang dicampur dengan susu harganya akan lebih mahal. Akhirnya si barista mencoba untuk menyajikan kopi dengan tambahan sedikit susu yang harganya sedikit lebih mahal dari kopi hitam, tapi tidak semahal kopi dengan tambahan susu yang sebenarnya. Dan ternyata mahasiswa suka dengan sajian seperti itu. Maka akhirnya muncullah istilah kopi sanger, yang artinya mahasiswa suka dan barista pun untung.

Di Waroeng Aceh Kemang ini tidak menyediakan single origin gayo, seperti kedai kopi pada umumnya. Lagi-lagi karena Waroeng Aceh Kemang ingin menunjukkan khas Aceh yang sebenarnya. Di Aceh yang dikenal dengan kopi Aceh bukanlah single origin, tapi kopi Aceh memiliki beberapa pilihan, yaitu kopi Aceh item, kopi susu, kopi sanger, kopi coklat, dan kopi telur kocok.

Waroeng Aceh Kemang

Kopi coklat yang disediakan oleh Waroeng Aceh Kemang diberi nama kopi langsa. Alasannya karena, si pemilik, Vicky, berasal dari daerah Langsa, Aceh.

Warung ini selalu ramai oleh pengunjung, terlebih saat malam hari. Meski berada di wilayah Kemang, harga makanan dan minuman yang disuguhkan masih standar dan yang paling utama, rasanya tidak mengecewakan.

Waroeng Aceh Kemang buka dari pukul 12 siang hingga 3 pagi. Untuk ke depannya, Vicky akan menambah jam operasionalnya, agar konsumen bisa menikmati di kala sarapan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here