Papeda santer dikenal sebagai Makanan berbentuk bubur sagu khas Maluku dan Papua yang biasanya disajikan dengan ikan tongkol atau mubara yang diberi bumbu kunyit namun saat ini dapat pula dikombinasikan dengan ikan kakap merah, kue, dan gabus. Sagu merupakan bahan dasar dalam berbagai makanan di berbagai wilayah pesisir dan dataran rendah di Papua. Papeda merupakan salah satu sajian berbahan dasar sagu yang sudah jarang ditemukan. Menurut seorang antropolog sekaligus Ketua Lembaga Riset Papua, Johszua Robert Mansoben, menyatakan bahwa papeda dikenal lebih luas dalam tradisi masyarakat adat Sentani dan Arab di Danau Sentani dan Arso, serta Manokwari.

1Cara Membuat Papeda

[Foto: adira.co.id]

Cara membuat papeda walau kelihatannya mudah, tetapi tidak semua orang bisa membuatnya. Jika sampai salah menakar, papeda yang dihasilkan akan menjadi terlalu cair. Biasanya tepung sagu dicairkan terlebih dahulu dengan air secukupnya walau sering dibuat tawar namun ada sebagian yang menambahkan gula dan garam juga. Setelah itu, gunakan air panas mendidih untuk dilarutkan ke tepung sagu yang sudah dicairkan tadi. Tuangkan air panas secara perlahan-lahan sambal mengaduk-aduk sagu agar matangnya merata.

2Cara Menyantap Papeda

[Foto: Kumparan.com]

Papeda berwarna putih keruh dan bertekstur lengket seperti lem dengan rasa yang tawar. Karena memiliki rasa yang tawar inilah maka kamu harus menikmati Papeda dengan kuah gulai ikan berbumbu.Papeda dapat dinikmati dengan sayur ganemo yang terbuat dari daun melinjo muda yang ditumis dengan buah pepaya muda dan cabai merah yang bisa diiris tipis.

Hidangan ini juga terkenal di Maluku yang memiliki cara khusus saat menyantapnya. Teksturnya yang kenyal, lengket seperti lem ini sulit dikunyah sehingga membuat papeda kurang cocok jika dijadikan hidangan sehari-hari.

Saat memakannya, kamu membutuhkan sepasang sumpit atau dua garpu kayu khusus untuk mengambilnya. Cara asik menikmati papeda ini adalah dengan menggulungnya hingga melingkari garpu atau sumpitnya, lalu diletakkan di piring masing-masing. Kemudian, papeda disiram dengan kuah gulai ikan. Menyantapnya pun harus dengan cara diseruput cepat dan langsung ditelan.

Baca Juga : 5 Makanan Khas Maluku Terenak yang Jadi Incaran Wisatawan

3Manfaat Papeda untuk Kesehatan

[Foto: Kedainews.com]

Warisan kuliner khas Papua ini juga memiliki beberapa manfaat yang berguna bagi kesehatan. Papeda memiliki zat gizi esensial seperti protein, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi dan masih banyak lagi. Sagu sebagai sumber utama karbohidrat atau makanan pokok bermanfaat untuk mengatasi pengerasan pada pembuluh darah, mengatasi sakit pada ulu hati, dan perut kembung.Selain itu, kandungan indeks glikemik yang rendah pada sagu membuatnya aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus.

Kamu juga harus tau bahwa tingginya kadar serat dalam sagu ini juga berperan sebagai probiotik, menjaga mikroflora usus, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi risiko terjadinya kanker usus, mengurangi risiko terjadinya kanker paru-paru, mengurangi risiko kegemukan atau obesitas serta memperlancar buang air besar. Papeda juga dipercaya dapat menghilangkan penyakit batu ginjal jika dikonsumsi secara rutin karena sifat Papeda yang dapat berperan sebagai pembersih organ-organ di dalam tubuh manusia. Bagi yang sering merokok sangat dianjurkan juga mengkonsumsi makanan khas Papua ini karena dapat secara perlahan membersihkan paru-paru.

4Variasi Kuliner Papeda

[Foto: Antero.co]

Saat ini Papeda sudah mulai sulit ditemukan. Di daerah asalnya pun, papeda juga sudah jarang dihidangkan sebagai makanan sehari-hari. Namun, baru-baru ini, masyarakat Indonesia berinovasi dan berkreasi dengan membuat papeda menjadi jajanan kaki lima yang digemari banyak orang terlebih anak-anak karena harganya hanya Rp 1.000 saja per tusuknya. Dinamai papeda telur, kuliner inovatif ini layaknya telur gulung yang kerap kamu makan saat sekolah dulu. Jajanan baru ini menggabungkan adonan papeda atau tepung sagu yang sudah dicairkan dengan telur.

5Cara Membuat Papeda Telur Gulung

[Foto: Guideku.com]

Cara membuatnya pun cukup sederhana, yaitu dengan menuang telur ke dalam wajan dan mencampurnya dengan adonan papeda. Perpaduan adonan ini kemudian akan diratakan ke seluruh permukaan wajan hingga menjadi tipis layaknya kue crepe atau kulit dadar gulung. Papeda gulung ini juga akan diberikan berbagai macam bumbu sesuai selera kamu seperti bumbu rasa barbeque, balado, jagung manis, dll. Kemudian adonan ini akan digulung menggunakan sebatang tusuk sate, sehingga penampilannya tak jauh beda dari jajanan telur gulung yang ‘hits’ pada masanya. Menurut saya ini adalah salah satu cara untuk melestarikan panganan papeda yang mulai jarang ditemui.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here