Jika diadakan survei mengenai kota dengan kedai kopi terbanyak di Indonesia, maka kota Jakarta bisa dipastikan akan mendapatkan ranking paling atas untuk hasil surveinya. Hal ini bukan isapan jempol belaka, karena jika kita melewati jalan-jalan di Jakarta maka akan menemukan puluhan kedai kopi yang menyuguhkan berbagai menu baik untuk kelas bawah, maupun kelas atas sekalipun. Tentunya banyak pula yang menjual kopi-kopi lokal yang memiliki rasa yang berbeda-beda.

Banyaknya bermunculan kedai kopi di Jakarta, memang bukan baru-baru ini saja, namun sudah 5-10 tahun belakangan. Usaha kedai kopi memang sangat menjanjikan dan ceruk pasar ini peminatnya terus bertambah. Jadi bukan hal yang aneh jika terus bermunculan kedai kopi di Jakarta maupun di kota-kota besar lainnya.

Setiap kedai kopi pasti memiliki keunggulannya masing-masing dan juga konsep yang berbeda dengan kedai kopi lainnya. Hal itu dimiliki oleh kedai dengan nama Anastomosis Coffee yang menciptakan konsep berbeda dengan kedai lainnya.

Nah beberapa waktu lalu, saya mengunjungi Anastomosis Coffee. Kedai yang beralamat di Jl. Pondasi No. 50 C, Kampung Ambon, Rawamangun, Kayu Putih, Jakarta ini menawarkan beberapa menu kopi, makanan ringan dan makanan berat.

Anastomosis Coffee
Penampakan dari depan kedai Anastomosis Coffee

Saya datang ke sini bukan tanpa tujuan, karena saya diajak oleh teman saya untuk membahas soal pekerjaan. Menemukan kedai ini lumayan mudah karena lokasinya cukup strategis dan di depannya terdapat papan nama yang sangat besar untuk ukuran kedai kopi.

Menu di Anastomosis Coffee
Menu di Anastomosis Coffee

Ketika masuk kedai ini, saya langsung disambut dengan susana yang “klasik” dan unik, hal ini sangat berbeda dengan kedai kopi kebanyakan di Jakarta. Yang menampakkan keklasikannya adalah dari desain interiornya, seperti meja, bangku, dinding dan hiasan-hiasan pada dindingnya.

Anastomosis Coffee Interior 2
Anastomosis Coffee Interior

Misalnya pada bangku, Anastomosis membuat konsep dengan bangku dari rotan, meskipun terdapat beberapa bangku modern, namun hanya beberapa saja. Untuk mejanya masih meja kayu yang sangat kuno dan di atasnya diberi alat permainan musik tradisional gamelan, dan hiasan pada dinding-dindingnya diberi poster atau tulisan yang klasik.

Mie Ayam Anastomosis Coffee

Saya ke sini memesan segelas iced cappucino dan mie ayam baso. Untuk rasa dari iced Cappucino, menurut saya hampir sama dengan di kedai-kedai kopi lainnya. Nah, untuk Mi ayamnya, saya bisa memberikan angka 8 dari 10. Mi-nya enak dan bumbunya juga pas di lidah.

Sembari menunggu hidangan yang saya pesan datang, saya cek koneksi wi-finya. Untuk hal ini, Anastomosis juga juara, koneksinya lumayan di atas rata-rata dibanding dengan kedai kopi lainnya.

Mie Ayam Anastomosis

Mengenai tempat, meskipun memiliki konsep klasik, tempat ini sangat rekomendasi nongkrong sekedar menghabiskan waktu bersama, kolega atau bahkah pasangan kamu.

Oh ya, selain itu, jika kamu datang ke sini, sambil menunggu pesanan datang, kamu juga bisa bermain gamelan atau memainkan permaianan tradisional yakni dakon/congklak.

Anastomosis Coffee
Jl. Pondasi No. 50 C, Kampung Ambon, Rawamangun, Kayu Putih, Jakarta
Buka: 10.00-22.00
Telp: 021- 4703335
Web: anastomosis-coffee.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here