Perkembangan digitalisasi saat ini berkembang sangat pesat. Hal ini tidak terlepas dari penggunaan internet yang semakin mudah. Tercatat sekitar 82 juta penduduk Indonesia saat ini menjadi pengguna internet aktif. Tak heran, jika Indonesia merupakan pangsa besar bagi para perusahaan berbasis teknologi informasi ataupun para investor.

Para pengembang tak henti-hentinya melakukan inovasi berbasis teknologi informasi. Salah satunya dengan adanya kampung digital yang sudah tumbuh di beberapa daerah. Kampung digital merupakan wadah generasi muda yang berasal dari kampung yang ingin turut andil dalam proses digitalisasi era modern. Ada beberapa kampung digital yang wajib kamu ketahui. Apa saja itu?

Berikut ini 5 kampung digital terkenal dan populer di indonesia yang bisa kamu jadikan referensi tempat belajar.

1Kampung Digital Netzme di Ciamis

[Foto: suara.com]

Netzme merupakan aplikasi pembayaran karya anak bangsa yang baru dirilis bulan maret 2019 lalu di Pekalongan. Dengan aplikasi, diharapkan masyarakat di berbagai pelosok daerah bisa melakukan transaksi pembayaran lebih mudah dan cepat. Untuk mengenalkan ke masyarakat, Netzme membentuk sebuah kampung digital pertama yang berlokasi di Desa Sukaraja, Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis, Jawa Barat sebagai Kampung Digital Pertama Netzme di Indonesia.

Netzme diterima dan dipercaya oleh warga desa untuk menjadi bagian dalam memajukan ekonomi warga setempat melalui aplikasi Netzme. Peresmian kampung digital pertama Netzme di Indonesia digelar secara meriah seperti Jalan Santai Keliling Kampung, Bazaar, Hujan Duit ala Netzme, Gubyak Ikan yang merupakan tradisi khas setempat, serta sejumlah Hiburan Rakyat lainnya.

2Kampung Digital di Depok

[Foto: Kampungukmdigital.com]

Kampung digital ini berlokasi di Kelurahan Mekar Jaya, Kota Depok. Dibentuk oleh Vokasi Humas dan Himpunan Mahasiswa Vokasi Komunikasi (Vokom) Universitas Indonesia (UI) melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas), kampung digital memiliki tujuan untuk mencegah anak dan remaja berbuat kejahatan.

Pengmas Kampung Digital ini akan beroperasi sepanjang tahun 2019 dengan menghadirkan berbagai tema, di antaranya pelatihan keterampilan dasar digital seperti keterampilan fotografi, olah foto, membuat tulisan, kemampuan editing, serta membangun branding positif di media sosial.

Baca Juga : Destinasi Kampung Coklat Blitar yang Sangat Indah Dipandang Mata

3Kampung Perikanan Digital di Indramayu

[Foto: Inilahonline.com]

Kampung digital ini berlokasi di di Desa Puntang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. Diluncurkan oleh Ridwan Kamil, kampung digital ini menjadi yang pertama di Jawa Barat. Dengan adanya kampung digital diharapkan seluruh pelayanan publik di desa akan didigitalisasi, terkoneksi dengan jaringan nirkabel dan memiliki command center. Selain itu, di desa tersebut juga memiliki akun media sosial untuk promosi dan berita, sistem e-commerce serta aplikasi yang sesuai dengan karakter dan potensi ekonomi di tiap desa.

Kampung digital ini sudah menciptakan sebuah aplikasi bernama e-Fishery. Yakni, metode pemberian pakan ikan lele yang diatur waktu dan jumlahnya secara ilmiah melalui smartphone. Selama ini, panen ikan lele yang dilakukan petambak di Desa Puntang dengan budidaya secara manual hanya tiga sampai empat kali per tahun. Namun dengan menggunakan e-Fishery, maka panen tersebut bisa meningkat menjadi enam kali per tahun.

4Kampung Digital di Lamuhu

[Foto: Liputan6.com]

Kampung digital ini terletak di Desa Lamahu, Kecamatan Bulango Selatan, Bone Bolango, Gorontalo. Digagas jajaran aparat Desa Lamahu, kampung digital ini mengembangkan Command Center berbasis Android. Konsep kampung digital di Desa Lamuhu jadi yang pertama di Indonesia dalam pelaksanaan pemerintahan daerah.

Bagi kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Bandung, Command Center memang tak lagi asing di telinga. Command Center merupakan sebuah gagasan pelayanan respons cepat pemerintah yang berbasis Android. Di Desa Lamahu sendiri lebih mengembangkan konsep Command Center dalam spektrum kedesaan.

5Kampung UKM Digital di Bantul

[Foto: RRI.co.id]

Kampung digital ini berlokasi di Pendopo Parasamya Bantul. Digagas oleh Pemkab Bantul dan PT Telkom, kampung digital ini merupakan program pemberdayaan masyarakat UMKM melalui upaya mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Kampung digital ini difasilitasi jaringan kebel optik dari PT Telkom di sentra-sentra kerajinan di Bantul.

Sentra kerajinan tersebut meliputi enceng gondok, batok kelapa dan kuliner Desa Murtigading Sanden dengan satu titik kabel optik, serta sentra kerajinan batik kayu Krebet Sendangsari Pajangan dengan enam titik kabel optik. Sebagian besar pelaku UMKM sudah memiliki website atau toko online melalui pelatihan yang telah diberikan PT Telkom. Dengan adanya website atau toko online, akses pasar dan omzet penjualan produk UKM di Bantul terutama di sentra kerajinan dapat meningkat dan terjadi kenaikan nilai ekspor secara keseluruhan di Bantul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here